Usia Mental Vs Usia Kronologis, Ketahui Ini Perbedaannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Tidak mengherankan jika sejak lama usia mental disamakan dengan usia kronologis. Prevalensinya sedemikian rupa sehingga pemahaman nan sama tetap digunakan banyak sekolah, nan merupakan periode paling krusial bagi perkembangan mental.

Meskipun kedua usia dinyatakan secara numerik, perbedaannya terletak pada apa nan diukur. Orang sering menggunakan keduanya secara bergantian nan menjadi argumen kenapa tidak cukup penekanan pada kemajuan usia mental.

Usia kronologis adalah jumlah tahun nan telah berlalu sejak seseorang lahir, sedangkan usia mental berangkaian dengan kepintaran otak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Banner Masalah Kesuburan

Mengenal usia mental

Usia mental merupakan keahlian dan kapabilitas mental seseorang nan dapat dinilai melalui beragam tes. Ini pertama kali didefinisikan oleh Psikolog Perancis Alfred Binet pada 1905.

Lantaran ragam skor untuk golongan usia berbeda nan mengikuti tes berjenjang meningkat secara kasar sebanding dengan peningkatan usia, usia mental tidak dapat digunakan secara jeli untuk membandingkan keahlian dasar anak-anak dari usia kronologis nan berbeda.

Aspek tes usia mental

Tes bakar merupakan ujian untuk menentukan dan mengukur keahlian seseorang dalam memperoleh, melalui training masa depan, serangkaian keahlian tertentu (intelektual, motorik, dan sebagainya).

Tes tersebut mengasumsikan bahwa setiap orang mempunyai keahlian unik nan berbeda-beda dan perbedaan ini berfaedah dalam memprediksi pencapaian di masa depan. Tes ini mencakup soal-soal nan tidak diajarkan secara konvensional di sekolah.

Berikut adalah beberapa aspek nan ditentukan dari tes talenta usia mental:

  • Kemampuan melakukan kajian logis dan memahami keterkaitan nan konkrit dan abstrak
  • Kemampuan menggunakan blok untuk menganalisis dan mereproduksi kreasi abstrak
  • Kemampuan untuk memahami model 3D dan menerjemahkannya ke dalam model linier
  • Keterampilan persepsi visual, pengorganisasian, dan penalaran dengan materi non-verbal nan disajikan secara visual
  • Kemahiran nan diperlukan untuk mengurutkan mental dan manipulasi info secara mental
  • Kemampuan mengatur perhatian, memori pendengaran jangka pendek, pencitraan visuospasial, dan kecepatan pemrosesan

Masih banyak aspek lainnya untuk memastikan apakah keahlian mental telah berkembang melampaui usia kronologis untuk mengungkap talenta bawaan nan dimiliki anak. Mereka mengungkapkan keahlian apa nan sesuai dengan rata-rata usia normal dan bagian apa nan menunjukkan tanda-tanda keterbatasan alias tantangan.

Sayangnya, penilaian seperti ini jarang dilakukan pada masa perkembangan anak. Oleh lantaran itu, setiap kesenjangan nan tersisa dalam pengembangan keahlian mental tertentu dibiarkan begitu saja dan sebagian besar anak-anak akhirnya tidak menyadari potensi belajar mereka sepenuhnya ketika mereka memasuki sistem pendidikan kita.

Mengenal usia kronologis

Melansir dari laman Verywell health, usia kronologis adalah ukuran berapa hari seseorang hidup. Ini tidak dapat diubah. Bunda dilahirkan pada hari tertentu dan telah menghabiskan waktu tertentu di bumi ini.

Usia kronologis dinyatakan dalam tahun, bulan, alias apalagi hari. Usia ini secara luas dipandang sebagai usia legal untuk maju dalam sistem sekolah.

Sistem pendidikan saat ini berjuntai pada ukuran keahlian akademik dan non-akademik tertentu nan ditentukan berasas usia kronologis. Prestasi dalam langkah-langkah nan telah ditentukan tersebut dipandang sebagai tolok ukur pendayagunaan potensi belajar seorang anak.

Asumsinya adalah jika seorang anak bisa berperan-serta dalam aktivitas ekonomi masyarakat dengan mencapai nilai tertentu, anak tersebut telah mencapai potensi maksimalnya.

Nah, itulah perbedaan antara usia mental dan usia kronologis nan bisa Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda