Cara Memerah Asi Yang Benar Dengan Tangan Dan Alat Bantu

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Memerah air susu ibu (ASI) merupakan aktivitas rutin bagi para Bunda nan mempunyai bayi di usia 0-12 bulan. Tak hanya dengan tangan, memerah ASI juga bisa dilakukan dengan perangkat bantu pompa, lho. 

Pemberian ASI pada Si Kecil perlu dilakukan secara optimal demi kelancaran tumbuh kembangnya. Untuk itu, Bunda wajib mengerti langkah memerah ASI nan betul agar susu keluar lebih banyak tanpa kendala.

Berikut Bubun kumpulkan info seputar langkah dan tips menghasilkan asi perah nan benar. Simak selengkapnya, Bunda.


Manfaat memerah ASI

Produksi ASI di setiap ibu menyusui seringkali mengalami hambatan nan berbeda, seperti produksi ASI kurang alias berlebih. Nah, memerah ASI bisa menjadi solusi untuk para Bunda nan terkendala perihal ini.

Mengutip dari buku A-Z nan Datang Setelah Melahirkan karya Tikah Kumala, berikut lima faedah nan dihasilkan dari memerah ASI bagi ibu menyusui:

1. Membantu mengosongkan payudara

Memerah ASI berfaedah untuk mengosongkan tetek karena tidak semua bayi sabar untuk menghabiskan ASI pada satu sisi tetek ibunya. Mereka seringkali beranjak puting tetek ketika Bunda menyusuinya. Alhasil, tetek ibu dapat ditinggalkan sebelum betul-betul kosong dan berisiko membengkak.

2. Meningkatkan produksi ASI

Semakin sering tetek kosong penuh, semakin besar produksi ASI nan Bunda hasilkan. Payudara bakal merespons kekosongan tersebut sebagai peningkatan asupan ASI nan dikonsumsi bayi. Akibatnya, produksi ASI pun melimpah.

3. Mencegah breast engorgement

ASI nan tidak tersalurkan dengan maksimal bakal membikin tetek membengkak alias breast engorgement. Kondisi satu ini umum terjadi pada lantaran busui tidak memerah sisa ASI dan menyebabkan penumpukan kelenjar susu di payudara.

4. Bunda jadi lebih tenang ketika jauh dari anak

Memerah ASI adalah trik untuk Bunda bisa terus memberi asupan susu eksklusif kepada Si Kecil meski tak berada di dekatnya. Bunda bisa memerah ASI dan menyimpannya sebagai persediaan ketika perlu keluar dan meninggalkan anak.

5. Mengurangi sakit dan lecet pada puting

Menyusui Si Kecil secara langsung sering menimbulkan luka lecet pada puting. Untuk itu, memerah ASI adalah pengganti berfaedah nan bisa membantu Bunda rehat sejenak dari luka lecet menyusui. 

Cara memerah ASI

Banyak ibu menyusui menerapkan dua langkah umum ketika mau memerah ASI untuk bayi. Beberapa di antara busui memilih untuk memerah ASI secara manual, ialah dengan tangan. Di sisi lain, 

Cara memerah ASI dengan tangan

Berikut beberapa langkah nan disarankan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ketika Bunda mau memerah ASI secara langsung dengan tangan:

  1. Gunakan container atau wadah nan berbahan plastik alias metal nan sudah bersih dan steril. Hindari penggunaan wadah berbahan kaca, lantaran berisiko pada lemak membandel nan menempel di sisinya.
  2. Cuci bersih kedua tangan dan atur duduk nan santai. Cobalah duduk dengan posisi badan condong ke depan.
  3. Pijat lembut tetek dari dasar hingga ke titik puting susu. Rangsang aliran ASI pada puting dengan ibu jari dan telunjuk.
  4. Gunakan kompres air hangat untuk memudahkan ASI keluar lebih lancar.
  5. Letakkan ibu jari di bagian atas areola dan jari-jari lainnya di bawah areola, seperti membentuk huruf C.
  6. Tekan lembut jari-jari ke arah belakang dan pencet secara berulang-ulang. Lakukan aktivitas ini layaknya bayi nan sedang mengisap ASI.
  7. Hindari menarik alias memerah terlalu keras. Bunda perlu bersabar karena memerah ASI menyantap waktu nan lama.
  8. Jika ASI mengalir lambat, gerakkan jari di sekitar areola dan bergerak memutar. Ulangi terus perahan hingga ASI nan tersimpan kosong.
  9. Bunda perlu lakukan cara-cara ini hingga tetek melembek alias terasa ringan, ialah tanda ASI sudah terperah habis.

Infografis teknik memerah ASITeknik memerah ASI/ Foto: HaiBunda

Cara memerah ASI dengan perangkat bantu (pompa elektrik dan manual)

Pompa ASI adalah perangkat bantu untuk meringankan kerja memerah payudara. Banyak busui memanfaatkan perangkat bantu ini demi menghemat tenaga dan waktu, Bunda.

Pompa ASI terbagi menjadi dua jenis alat, ialah manual dan elektrik. Penggunaan pompa ASI elektrik sangat lebih mudah jika dibandingkan dengan memerah dengan tangan alias pompa manual, lho. Bunda hanya perlu duduk santuy menunggu perangkat tersebut selesai memerah ASI.

Pompa manual

Pompa ASI manual mempunyai nilai nan lebih terjangkau. Namun, keahlian perangkat ini lebih lambat jika dibandingkan dengan nan elektrik.

Berikut adalah langkah nan perlu dilakukan ketika memerah ASI dengan pompa manual:

  • Gunakan pompa nan sudah bersih dan steril.
  • Duduk bersandar dengan nyaman, lampau tempelkan cerobong pompa ASI di wilayah areola payudara.
  • Mulai pompa pegangan perangkat dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya menopang perangkat alias payudara.

Pompa elektrik

Meskipun harganya lebih tinggi, pompa elektrik adalah perangkat nan begitu membawa banyak kemudahan bagi busui. Berikut adalah langkah penggunaan pompa elektrik ketika Bunda mau memerah ASI:

  • Gunakan pompa nan sudah bersih dan steril.
  • Duduk dengan nyaman dan segera tempelkan cerobong pompa pada bagian areola.
  • Hidupkan mesin pompa elektrik, perangkat ini bakal otomatis memerah ASI dengan pijatan nan teratur.

Lebih baik mana, memerah ASI dengan pompa alias tangan?

Tak ada nan salah antara memerah ASI dengan tangan ataupun pompa. Asalkan dilakukan dengan langkah nan benar, keduanya sama-sama baik untuk dicoba.

Para ibu menyusui apalagi dianjurkan untuk mencoba dua teknik ini. Selanjutnya, Bunda bisa tentukan sendiri langkah mana nan lebih nyaman dan efisien.

Namun, memerah ASI dengan tangan dipercaya membawa ancaman kesehatan. Memerah ASI secara manual berisiko menghadirkan jangkitan andaikan Bunda tidak mencuci bersih tangan sebelum memerah ASI. Selain itu, memerah ASI dengan tangan bakal membikin tangan Bunda lebih sigap pegal.

Untuk itu, jika Bunda mau ASI dari akibat infeksi, sebaiknya cuci bersih tangan dulu alias gunakan pompa elektrik. Penggunaan perangkat ini dipercaya lebih efisien dan efektif walaupun menyantap biaya nan lebih besar.

Tips memerah ASI 

Jika Bunda bertanya-tanya langkah apakah nan perlu dilakukan agar ASI keluar lebih lancar dan banyak, yuk ikuti tips dari IDAI berikut ini:

  1. Pompalah tetek sesuai jam bayi minum jika Bunda jauh dari mereka.
  2. Untuk meningkatkan jumlah ASI nan keluar, kompres tetek dengan air hangat dan pijat lembut sebelum memerahnya.
  3. Jangan kecewa jika aliran ASI tidak keluar lancar langsung. Cobalah untuk rutin mencoba memerah ASI dengan begitu produksi ASI bakal meningkat dalam dua minggu.
  4. Simpan hasil perah ASI sejumlah dengan nan bayi konsumsi. Jangan biarkan ASI terbuah mubazir, Bunda.
  5. Hasil perah ASI disimpan dalam wadah plastik dan bekukan di dalam freezer.
  6. Bila mau dihangatkan, taruh saja di suhu ruang tanpa meletakkannya di dalam microwave atau merebusnya.

happy mother using breast pump machine to pumping milk while talking with her newborn baby on a bedMemompa ASI/ Foto: Getty Images/geargodz

Kapan Bunda kudu memerah dan memompa ASI?

Melansir dari What to Expect, berikut empat kondisi nan menandakan Bunda kudu memerah dan memompa ASI:

1. Payudara membengkak

Payudara busui nan membengkak adalah tanda bahwa ASI tidak tersalurkan secara maksimal kepada bayi. Nah, jika Bunda mengalami perihal serupa, segera perah alias pompa ASI agar bengkak mengempis.

2. Puting tetek lecet dan terluka

Puting nan lecet tentunya bakal terasa begitu perih jika terus dipaksakan kontak langsung dengan mulut bayi. Untuk itu, Bunda perlu mengalihkan sementara pemberian ASI dengan hasil ASI perah nan steril.

3. Aliran ASI nan lambat

Ketika aliran ASI Bunda begitu lambat dan semakin lambat, cobalah untuk mulai memompa payudara. Hal ini bermaksud untuk merangsang kelenjar susu memproduksi ASI lebih cepat.

4. Bayi tidak bisa menyusu secara langsung

Seringkali terjadi momen di mana bayi tidak bisa menyusu ASI secara langsung, mulai dari masalah kesehatan alias keterbatasan fisik. Untuk itu, memerah ASI adalah satu upaya untuk terus menjaga asupan seimbang Si Kecil.

Berapa lama waktu nan dibutuhkan untuk memerah ASI?

Memerah ASI adalah corak persiapan Bunda menghadapi Si Kecil nan mau menyusu di kondisi nan tidak memungkinkan. Lantas berapa lama waktu nan dibutuhkan untuk memerah ASI?

Menurut Kemenkes RI, Bunda sebaiknya memerah ASI setiap 3-4 jam sekali, dengan lama pompa ASI selama 15 menit. American Pregnancy Association juga menyetujui perihal ini dengan pendapatnya nan berbicara bahwa jarak waktu nan ideal untuk memerah ASI adalah 2-3 jam sekali dalam sehari.

Kuantitas memerah ASI ini krusial untuk memastikan bayi tersayang menerima asupan nan cukup. Dengan begitu, anak-anak bisa tumbuh dengan optimal.

Cara penyimpanan ASI perah nan benar

Nah, selepas Bunda sudah memerah ASI dengan benar, krusial sekali untuk tahu gimana penyimpanan ASI perah nan benar. Hal ini dilakukan agar nutrisi dari ASI tetap terjaga untuk dikonsumsi Si Kecil.

Menurut IDAI, ada beberapa perihal nan perlu busui perhatikan ketika mau menyimpan ASI perah, yakni:

  • Gunakan wadah penyimpanan dari plastik alias metal.
  • Tuliskan tanggal pemerahan ASI.
  • Jangan campurkan ASI nan baru dengan sisa ASI nan lebih lama.
  • Hindari menyimpan sisa ASI nan sudah dikonsumsi untuk diberikan di lain waktu.

ASI perah sangat baik dan terjaga nutrisinya jika disimpan dengan langkah dibekukan. Nutrisi ASI tersimpan lekat tanpa berkurang asal mengikuti langkah berikut:

  • Kencangkan tutup wadah ketika ASI sudah membeku sempurna.
  • Sisakan ruang sekitar 2,5 cm dari tutup agar ada ruang untuk volume pertambahan ASI di suhu beku.
  • Jangan simpan ASI pada bagian pintu freezer.
  • Pastikan untuk meletakkannya di sisi dalam freezer yang suhunya merata.

Kemudian saat Bunda mau menghangatkan ASI untuk disajikan pada Si Kecil, selalu ingat untuk tidak menggunakan microwave, ya. Hal ini justru bakal membawa ancaman pada nutrisi ASI perah.

Cobalah hangatkan ASI dengan merendamnya di air hangat selama beberapa menit. Alhasil, komponen ASI tidak pecah dan tetap bernutrisi bagi Si Kecil.

Demikian penjelasan seputar langkah memerah ASI nan betul baik dengan tangan maupun perangkat bantu pompa. Semoga info ini bermanfaat, ya.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda