Bahaya Anjing Rabies, Ini Ciri-ciri Anjing Rabies Dilihat Dari Tingkahnya

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Bunda mungkin pernah mendengar beberapa kasus rabies nan ditularkan melalui gigitan anjing liar. Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat dan nyaris selalu berakibat fatal hingga kematian.

Mengutip World Health Organization (WHO), rabies merupakan masalah kesehatan masyarakat nan serius pada lebih dari 150 negara dan wilayah, terutama Asia dan Afrika.

Ini termasuk penyakit tropis nan disebabkan oleh virus, zoonosis, dan terabaikan nan menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya dengan 40% di antaranya anak-anak di bawah 15 tahun.


Banner anak kecanduan gadget

Gigitan dan cakaran anjing di Asia dan Afrika bisa menyebabkan 99% kasus rabies pada manusia. Namun perihal ini dapat dicegah melalui vaksinasi anjing dan pencegahan gigitan.

Ketika virus menginfeksi sistem saraf pusat dan indikasi klinis muncul, rabies berakibat fatal pada 100% kasus. Kematian akibat rabies dapat dicegah dengan profilaksis post exposure prophylaxis (PEP) dengan menghentikan virus mencapai sistem saraf pusat.

PEP terdiri dari pencucian luka secara menyeluruh, pemberian vaksin rabies manusia, apalagi jika diindikasikan bisa melakukan rabies immunoglobulins (RIG). Jika Bunda alias anak digigit alias dicakar oleh hewan nan berpotensi menderita rabies maka kudu segera dan selalu mencari perawatan PEP.

Mengenali ciri-ciri anjing rabies sejak awal sangatlah krusial untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa, terutama anak-anak. Berikut ciri-ciri anjing rabies nan perlu diwaspadai.

Apa itu Rabies?

Rabies adalah virus nan tidak dapat disembuhkan lantaran menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Semua mamalia, termasuk anjing dan manusia dapat tertular rabies.

Meskipun penyakit ini dapat dicegah apalagi diobati, rabies kudu dideteksi sejak dini. Begitu indikasi rabies muncul, virus ini berakibat fatal. Rabies bisa menyebar ke manusia dan hewan melalui air liur, termasuk gigitan, cakaran, alias kontak langsung dengan mukosa (misalnya mata, mulut, alias luka terbuka).

Sayangnya, hanya ada satu langkah untuk 'menguji' rabies pada hewan dan tes tersebut memerlukan kematian hewannya agar otaknya bisa diuji. Inilah sebabnya kenapa vaksinasi rabies pada hewan piaraan sangatlah penting.

Gejala nan Dirasakan Korban Gigitan Anjing Rabies

Masa inkubasi rabies biasanya 2 sampai 3 bulan tapi dapat bervariasi dari seminggu hingga setahun, tergantung pada faktor-faktor seperti letak masuknya virus dan viral load.

Gejala awal rabies meliputi tanda-tanda umum seperti demam, nyeri, dan sensasi kesemutan, tertusuk-tusuk, alias terbakar nan tidak biasa alias tak dapat dijelaskan pada letak luka.

Saat virus beranjak ke sistem saraf pusat, peradangan otak dan sumsum tulang belakang nan progresif serta fatal berkembang. Rabies klinis pada manusia dapat ditangani. Namun sangat jarang dapat disembuhkan.

Rabies galak bisa menyebabkan indikasi hiperaktif, perilaku bersemangat, halusinasi, kurangnya koordinasi, hidrofobia (takut terhadap air), dan aerofobia (takut angin alias udara segar). Kematian terjadi setelah beberapa hari lantaran henti jantung dan pernapasan.

Selain itu, ada rabies paralitik menyumbang sekitar 20% dari total jumlah kasus pada manusia. Bentuk rabies ini tidak sedramatis itu dan biasanya lebih lama perjalanannya dibandingkan corak ganas.

Otot berangsur-angsur menjadi lumpuh, dimulai dari letak luka. Koma perlahan berkembang dan akhirnya terjadi kematian. Bentuk rabies nan melumpuhkan sering kali salah didiagnosis sehingga menyebabkan penyakit ini tidak dilaporkan.

Ciri-ciri Anjing Rabies dari Tingkahnya

1. Perubahan perilaku

Anjing menjadi garang dan mudah menyerang orang alias hewan lain tanpa provokasi. Anjing rabies juga bisa menjadi penakut dan mudah cemas, menghindari kontak dengan manusia apalagi hewan lain.

2. Adanya indikasi saraf

Anjing mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, seperti wajah, kaki, alias ekor. Anjing bakal kesulitan menelan dan mengeluarkan air liur berlebihan. Bahkan beberapa anjing mengalami kelumpuhan.

Anjing pada tahap ini tidak dapat mengontrol ototnya, terutama di kepala dan tenggorokan sehingga membikin susah menelan. Akhirnya pernapasan tidak dapat dilakukan nan menyebabkan kematian.

3. Perubahan penampilan

Anjing tampak kurus dan lemah. Terlihat bulu kusam dan rontok. Mata merah serta mengalami bengkak.

4. Mulut berbusa

Salah satu indikasi rabies pada anjing nan paling umum adalah mulut berbusa. Beberapa anjing mungkin tidak menunjukkan 'busa' tapi hanya mengeluarkan air liur berlebih. Ini tandanya virus sudah berkembang.

5. Takut air

Jika anjing menunjukkan ketakutan berlebihan terhadap air apalagi menghindari minum air, ini menjadi salah satu karakter terkena rabies. Anjing mengalami hydrophobia alias takut dengan air.

6. Takut terkena angin

Ciri lainnya ketika anjing menunjukkan ketakutan berlebihan terhadap angin. Mungkin jika anjing Bunda sering berlindung di tempat gelap agar terhindar dari angin maka perlu diperiksakan ke master alias segera vaksin rabies.

7. Hiperestesi

Perubahan perilaku anjing jika terkena rabies bakal mudah resah dan panik terhadap suara, cahaya, alias sentuhan. Bahkan bisa bereaksi berlebihan terhadap rangsangan ringan.

8. Agresif terus-menerus

Anjing terus-menerus menunjukkan perilaku garang apalagi setelah diberi makan alias minum. Mungkin belakangan ini sering menyerang tanpa henti walaupun terhadap orang nan dikenalnya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Rabies pada Hewan Peliharaan

Cara mengatasi rabies

  • Tidak ada obat untuk rabies.
  • Orang nan digigit alias dicakar oleh anjing rabies kudu segera mendapatkan vaksin rabies dan rabies immunoglobulins (RIG).
  • Perawatan suportif diberikan untuk meringankan indikasi dan menjaga pasien tetap nyaman.

Cara mencegah rabies

  • Vaksinasi anjing piaraan Bunda secara rutin.
  • Hindari kontak dengan hewan liar.
  • Jika digigit alias dicakar oleh hewan, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit.
  • Segera hubungi master hewan alias puskesmas terdekat jika digigit anjing alias hewan liar.

Kenali ciri-ciri anjing rabies, laporkan segera, dan lakukan pencegahan untuk menjaga kesehatan diri dan orang lain. Penting untuk diingat bahwa rabies adalah penyakit nan sangat rawan dan dapat dicegah dengan vaksinasi. 

Mari bersama-sama kita jaga diri dan hewan piaraan dari rabies dengan melakukan pencegahan nan tepat.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fia/fia)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda