9 Gejala Awal Sakit Jantung Yang Sering Tidak Disadari Perempuan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Penyakit jantung sering dianggap sebagai penyakit pria. Padahal, perempuan juga menghadapi akibat nan sama, apalagi lebih berisiko di usia nan lebih muda dibanding pria. Bunda kudu pahami indikasi penyakit jantung pada perempuan.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 60 juta wanita (44%) di Amerika Serikat hidup dengan beberapa corak penyakit jantung. Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian wanita di Amerika Serikat dan dapat menyerang wanita pada usia berapa pun.

Pada 2021, penyakit jantung bertanggung jawab atas kematian 310.661 wanita alias sekitar 1 dari setiap 5 kematian perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar separuh (56%) wanita AS nan menyadari bahwa penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Banner Konten Anak Seperti Ria Ricis

Hal ini dikarenakan indikasi penyakit jantung pada wanita seringkali berbeda dengan pria, dan seringkali tidak disadari. Mari memahami indikasi awal penyakit jantung nan sering tidak disadari perempuan.

Gejala penyakit jantung pada perempuan

1. Nyeri dada nan tidak khas

Angina alias nyeri pada dada pada wanita seringkali digambarkan sebagai rasa tidak nyaman, sesak, alias tertekan di dada, bukan rasa sakit menusuk seperti pada pria. Nyeri ini juga bisa menjalar ke leher, rahang, bahu, punggung atas, alias perut bagian atas.

2. Sesak napas

Sesak napas bisa terjadi saat beraktivitas bentuk alias saat istirahat. Apabila Bunda sering mengalami sesak napas, bisa jadi ini merupakan satu pertanda awal dari indikasi penyakit jantung. 

3. Kelelahan

Pada indikasi penyakit jantung, kelelahan nan dirasakan lebih intens dan biasanya tak bisa lenyap dengan beristirahat saja. 

4. Mual dan muntah

Mual dan muntah bisa menjadi bagian dari deretan indikasi penyakit jantung pada perempuan. Mual muntah ini bisa juga terjadi berbarengan dengan indikasi lain, seperti nyeri dada alias sesak nafas.

5. Sering alias kepala ringan

Pusing alias sakit kepala ringan bisa terjadi tiba-tiba alias secara bertahap. Jika perihal ini terjadi sering, Bunda perlu memeriksakan ke dokter.

6. Berkeringat dingin

Berkeringat dingin bisa terjadi tanpa karena nan jelas, terutama saat rehat alias di malam hari menjadi awal tanda penyakit jantung. Kalau Bunda belakangan sering mengalaminya maka segera periksa ke dokter.

7. Gangguan tidur

Beberapa studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan akibat penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kerusakan pembuluh darah alias dalam bahasa medisnya disfungsi endotel, dan peradangan pada beragam jaringan ataupun dalam aspek organ dalam tubuh..

Mengutip laman resmi Kemenkes, sebuah studi nan dilakukan oleh Wehrens et al, terungkap bahwa kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kegunaan endotel, nan merupakan tanda awal dari kerusakan pembuluh darah dan penyakit jantung.

8. Pembengkakan kaki

Pembengkakan kaki, terutama di pergelangan kaki, bisa terjadi lantaran penumpukan cairan akibat penyakit jantung. Untuk itu, jika Bunda sedang tidak mengandung tapi mengalami pembengkakan pada kaki, tungkai, dan perut maka perlu diperiksakan.

9. Perasaan berdebar-debar di dada (palpitasi)

Bunda sering merasa berdebar-debar? Ini bisa menjadi indikasi awal penyakit jantung. Jika Bunda mengalami salah satu alias beberapa indikasi di atas, segera konsultasikan dengan master untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan nan tepat.

Faktor akibat penyakit jantung pada perempuan

1. Tekanan hipertensi (hipertensi)

Tekanan hipertensi merupakan aspek akibat utama penyakit jantung. Lebih dari 56 juta wanita di Amerika Serikat (44,3%) menderita tekanan hipertensi (didefinisikan sebagai 130/80 mm Hg alias lebih tinggi) alias sedang mengonsumsi obat tekanan darah.

Jumlah tersebut mencakup nyaris 1 dari 5 wanita usia subur. Memiliki tekanan hipertensi meningkatkan akibat terkena penyakit jantung dan stroke serta dapat menyebabkan kematian dini.

Tekanan hipertensi sering kali kurang terdiagnosis pada perempuan. Kurang dari 1 dari 4 wanita dengan tekanan hipertensi (23,3%) bisa mengendalikan kondisinya.

Wanita mengandung dengan tekanan hipertensi mempunyai akibat dua kali lipat terkena penyakit jantung di kemudian hari dibandingkan dengan wanita mengandung tanpa kondisi ini. Di Amerika Serikat, tekanan hipertensi terjadi pada 1 dari setiap 8 wanita (13%).

2. Berkulit gelap

Dilansir dari Go Red tor Women, ada beberapa info statistik nan meresahkan. Salah satunya penyakit kardiovaskular membunuh lebih dari 50 ribu wanita kulit hitam setiap tahunnya. Stroke menjadi penyebab utama kematian di kalangan wanita kulit hitam.

Di antara wanita kulit hitam berumur 20 tahun ke atas, nyaris 59% menderita penyakit kardiovaskular. Sekitar 39% wanita kulit hitam nan menyadari bahwa nyeri dada bisa menjadi tanda serangan jantung.

Sementara 33% lainnya menyadari bahwa nyeri nan menyebar ke bahu, leher, alias lengan merupakan tanda potensial serangan jantung. Di antara wanita kulit hitam berumur 20 tahun ke atas, nyaris 58% mempunyai tekanan hipertensi dan hanya sekitar 20% dari wanita tersebut nan tekanan darahnya terkendali.

Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin ada gen nan membikin populasi kulit hitam lebih sensitif terhadap pengaruh garam sehingga pada gilirannya meningkatkan akibat terkena tekanan darah tinggi. Pada orang nan mempunyai gen ini, penambahan satu gram (setengah sendok teh) garam dapat meningkatkan tekanan darah sebanyak lima milimeter merkuri (mm Hg).

Perempuan kulit hitam juga condong mempunyai tingkat obesitas dan glukosuria nan lebih tinggi sehingga menempatkan mereka pada akibat lebih besar terkena tekanan hipertensi dan penyakit jantung. Namun bagi banyak wanita kulit hitam, terutama mereka nan menganggap dirinya sangat sehat, persepsi mungkin tidak selalu sama dengan kenyataan.

3. Gaya hidup

Beberapa kondisi medis dan pilihan style hidup lainnya dapat membikin wanita berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, termasuk:

  • Kolesterol LDL (low-density lipoprotein) nan tinggi
  • Merokok
  • Diabetes
  • Kelebihan berat
  • Pola makan nan tidak sehat
  • Ketidakaktifan fisik
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Stres dan depresi

Jenis penyakit jantung nan umum pada perempuan

1. Penyakit arteri koroner

Penyakit jantung paling umum dan penyebab utama kematian bagi wanita disebabkan oleh plak di tembok arteri nan memasok darah ke jantung dan bagian tubuh lainnya. Setelah menopause, wanita berisiko lebih tinggi terkena penyakit arteri koroner lantaran perubahan hormonal.

2. Aritmia

Kondisi ini terjadi ketika jantung Bunda berdebar terlalu lambat, terlalu cepat, alias tidak teratur. Contoh umum adalah fibrilasi atrium.

3. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika jantung Bunda terlalu lemah untuk memompa cukup darah untuk mendukung organ lain di tubuh . Kondisi ini memang serius, namun bukan berfaedah jantung Bunda berakhir berdetak.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua wanita dengan penyakit jantung bakal mengalami semua indikasi di atas. Semakin awal penyakit jantung didiagnosis dan diobati, semakin besar kesempatan untuk sembuh dan mencegah komplikasi serius.

Tips menjaga kesehatan jantung untuk perempuan

Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan jantung pada perempuan.

  1. Konsumsi makanan nan sehat
  2. Jaga berat badan ideal
  3. Olahraga secara teratur
  4. Berhenti merokok
  5. Kelola stres dengan baik
  6. Periksakan kesehatan secara rutin

Dengan menjaga style hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin maka dapat membantu mencegah penyakit jantung dan menjaga kesehatan jantung Bunda.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fia/fia)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda