5 Tahapan Menulis Anak Sebelum Masuk Sd, Dimulai Dari Gambar Lingkaran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Ada beberapa tahapan menulis nan dilalui anak sebelum masuk SD. Tak bisa instan, proses belajar ini juga diawali dengan menggambar beragam corak seperti lingkaran, lho. Bunda sudah tahu?

Dikutip dari Baby Center, mengetahui pada tahap mana anak berada dapat membantu orang tua melakukan langkah tepat guna mendukung perkembangan menulisnya.

Perlu diketahui bahwa keahlian anak dalam menulis berjuntai pada kemampuannya menguasai beragam macam keahlian literasi termasuk mengenali huruf, menafsirkan bunyi, dan kesadaran bakal kalimat, seperti spasi kata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Anak-anak suka mengungkapkan pikiran dan gagasannya secara lisan. Menempatkan pemikiran tersebut di atas kertas dengan langkah menulis pun perlu dilakukan secara berjenjang sesuai dengan kecepatan pembelajaran masing-masing. 

Usia apa pun nan disebutkan dalam proses tahapan menulis anak sebelum masuk SD adalah rentang parameter umum. Ingat, keahlian setiap anak unik dan berbeda-beda.

Sebagian anak mungkin bakal mengembangkan keahlian menulis dengan cepat, sementara nan lainnya dapat menyantap waktu lebih lama. Jika Bunda mengkhawatirkan kemajuan Si Kecil dalam tahap menulis, jangan ragu untuk konsultasi dengan ahli sesuai kebutuhan. 

Berikut beberapa tahapan menulis anak sebelum masuk SD nan perlu diketahui orang tua seperti dilansir beragam sumber:

1. Menggambar

Dengan menggunakan beragam alat, pada tahap awal latihan menulis anak mungkin anak mulai senang menggambar tempat dan barang nan dikenalnya. Mereka kemudian bakal menjelaskan tentang gambar tersebut kepada Bunda dan mungkin menceritakan keseluruhan cerita tentang gambar tersebut.

Dikutip dari Empowered parents, Beberapa gambar dapat menampilkan satu segmen utama, sementara gambar lainnya menampilkan serangkaian gambar, lebih mirip format kitab komik. Beberapa corak nan mungkin dilakukan anak di tahap ini termasuk seperti garis, lingkaran, hingga corak acak.

2. Tahap pra-literasi

Di usia hingga 2 tahun, anak mulai senang mencoret-coret alias menggambar apa saja. Saat memandang Bunda dan orang dewasa lainnya menulis, mereka bakal terdorong untuk mengambil perangkat tulis seperti krayon dan mulai ikut mencoret-coret.

Pada permainan pura-pura seperti ini, mereka seakan-akan sedang menunjukkan bahwa dirinya juga seorang penulis. 

Ini adalah momen krusial ketika seorang anak menyadari ide-idenya dapat diwujudkan dalam corak tulisan. Selama tahap ini, pujilah setiap dan semua upaya nan dilakukan anak untuk menulis.

Sediakan kertas dan krayon nan mudah dijangkau, sehingga Si Kecil bisa menggunakannya ketika inspirasi datang. Pensil juga bisa digunakan, namun anak mini sering kali lebih mudah memegang perangkat tulis nan lebih besar.

3. Tahap emergent

Memasuki rentang usia 2 hingga 4 tahun, anak biasanya bakal mulai mencoret-coret banyak huruf random dalam satu halaman. Anak-anak pada tahap ini mulai memahami bahwa 'coretan nan digunakan orang dewasa untuk menulis adalah simbol nan disebut huruf.

Mereka mungkin belum bisa mencocokkan huruf dengan bunyinya secara tepat, namun mereka mulai memahami bahwa huruf memainkan peran unik dalam menulis. 

Pada awal tahap ini, anak-anak mungkin tetap menggunakan simbol-simbol lain seperti gambar alias coretan. Seiring kemajuannya, mereka bakal mulai menggunakan huruf dan dengan tegas menyatakan bahwa mereka sedang menulis.

Membaca juga krusial pada tahap ini. Jangan lupa sediakan waktu untuk membacakan setiap hari. Selain mendorongnya untuk doyan membaca, aktivitas ini juga memperkenalkan tentang huruf dan kalimat pada anak. 

4. Tahap transisi

Di usia 4 tahun ke atas, rata-rata anak mulai menyadari bahwa kata terdiri dari bunyi-bunyi, nan kemudian terdiri juga dari rangkaian huruf.

Secara bertahap, anak mulai mencoba mencocokkan bunyi nan mereka dengar dalam sebuah kata dengan huruf nan mereka ketahui. Lompatan kognitif ini sering terjadi antara usia 4 hingga 7 tahun.

Bukti menunjukkan bahwa upaya mencocokkan bunyi perseorangan dalam kata-kata merupakan pertanda keahlian menulis dan membaca anak semakin kuat.

Pada tahap ini, wajar jika anak sering menulis huruf secara terbalik. Kesalahan tersebut biasa terjadi pada usia ini dan merupakan bagian dari proses pembelajaran. 

5. Tahap lancar

Pada tahap ini (yang biasanya terjadi antara usia 5 hingga 6 tahun), anak-anak mulai menggunakan ejaan. Ejaannya mungkin belum sepenuhnya akurat, namun anak-anak sekarang sadar bahwa pelafalan nan berbeda dapat mempunyai makna nan berbeda pula. 

Terlalu sigap mendorong anak masuk ke tahap Sini terkadang dapat menghalang mereka, lantaran mereka merasakan adanya tuntutan bakal pelafalan nan sempurna. 

Jika Bunda merasa anak kesulitan melawan tekanan untuk mengeja dengan sempurna, langkah terbaik untuk mengurangi stres tersebut adalah dengan memperkenalkan pendapat tentang draf. 

Bunda dapat menekankan bahwa draf pertama hanya untuk mengeluarkan ide, dan draf kedua adalah untuk memeriksa ejaan.

Dorong anak agar terbiasa menggunakan tulisan untuk berasosiasi dengan orang lain. Cobalah menulis surat pendek kepada kakak, adik alias teman. 

Cara menyenangkan lainnya untuk menjadikan menulis sebagai aktivitas sosial adalah dengan menulis cerita bersama. Bunda mulai dengan menulis 2-3 baris pertama cerita, kemudian anak menulis beberapa kalimat berikutnya.

Agar tahapan menulis anak sebelum masuk SD bisa terlaksana dengan lancar, berikut beberapa tips nan dapat dilakukan:

  • Ciptakan suasana nan menyenangkan dan bebas tekanan
  • Jika perlu, berikan pujian dan penghargaan atas upaya nan dilakukan anak
  • Beri contoh nan baik dengan mendampingi dan sering-sering membaca, serta menulis
  • Sediakan beragam macam media untuk anak belajar menulis seperti kertas, pensil, krayon, spidol, dan papan tulis
  • Ajak anak bermain permainan edukasi nan melatih keahlian menulis
  • Tetap bersabar dan jangan menuntut anak untuk bisa langsung sigap menulis

Ingat, setiap anak mempunyai perkembangan nan berbeda-beda. Jangan bandingkan Si Kecil dengan anak lain. Teruslah berikan support dan dorongan agar anak tetap antusias untuk belajar menulis sesuai kemampuannya.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda