13 Makanan Yang Tak Boleh Dimakan Ibu Menyusui, Pantangan Yang Konsumsinya Perlu Dibatasi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Saat menyusui, beberapa makanan memang sebaiknya dikonsumsi secara terbatas. Karena, dikhawatirkan dapat menyebabkan pengaruh tertentu pada bayi nan disusui. Yuk, simak makanan nan tidak boleh dimakan ibu menyusui alias larangan nan konsumsinya perlu dibatasi, Bunda.

ASI memang menjadi makanan nan sangat bergizi bagi bayi sejak lahir. Sebagian besar nutrisi nan dibutuhkan bayi terutama 6 bulan pertama kehidupannya ada semua dalam ASI. Sehingga, bayi perlu dipenuhi kebutuhan ASI mereka secara maksimal agar pertumbuhan dan perkembangannya maksimal.

Sebagai ibu menyusui, tentunya asupan bergizi dengan nutrisi seimbang krusial dipenuhi ya, Bunda. Hal ini guna meningkatkan jumlah dan kualitas ASI nan dihasilkan. Meski demikian, apa nan Bunda konsumsi sebaiknya lebih selektif lagi mengingat ada beberapa makanan nan memang konsumsinya perlu dibatasi ketika Bunda menyusui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Makanan nan tidak boleh dimakan ibu menyusui

Ada beberapa makanan nan memang sebenarnya bukan dilarang untuk ibu menyusui. Tetapi, beberapa makanan tersebut dikhawatirkan memberikan pengaruh tertentu pada bayi Bunda. Untuk itu, beberapa makanan berikut ini sebaiknya tidak boleh dimakan ibu menyusui ya, Bunda:

1. Ikan nan mengandung banyak merkuri

Ikan merupakan sumber docosahexaenoic acid (DHA), eicosapentaenoic acid (EPA) nan sangat baik dan susah ditemukan pada makanan lain. Dua jenis masam lemak omega-3 ini krusial untuk perkembangan otak pada bayi. Meski begitu, beberapa ikan dan makanan laut mengandung merkuri nan tinggi, ialah logam nan dapat menjadi racun, terutama pada bayi biaya nak-anak nan sangat rentan mengalami keracunan merkuri.

Paparan akut terhadap kadar merkuri nan tinggi dapat berakibat permanen pada sistem saraf pusat bayi dan menyebabkan keterlambatan perkembangan alias gangguan kognisi, keahlian motorik, bicara, dan bahasa visual-spasial. Oleh lantaran itu, sebaiknya hindari jenis ikan tertentu nan tinggi merkuri saat menyusui, seperti tuna mata besar, king mackerel, lumpy orangefish, hiu, todak, dan tilefish. 

2. Suplemen herbal

Menggunakan ramuan dan rempah untuk membumbui makanan dianggap kondusif selama menyusui. Namun, jika menyangkut suplemen dan teh herbal, ada beberapa masalah keamanan lantaran tidak mempunyai banyak bukti untuk mengetahui apakah suplemen dan teh herbal dapat memengaruhi ibu nan sedang menyusui alias tidak.

3. Kafein

Kopi, soda, teh, dan coklat adalah sumber kafein nan umum. Saat Bunda mengonsumsinya, beberapa kafein mungkin ada di dalam susu. Pasalnya, bayi kesulitan memecah dan membuang kafein. Rata-rata, kafein dalam jumlah besar lama kelamaan dapat menumpuk di tubuh anak sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan susah tidur seperti dikutip dari laman Vinmec.

4. Makanan olahan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi menyusui nan semakin meningkat, sangat krusial bagi seorang ibu untuk mengonsumsi makanan nan sehat dan seimbang.

Bunda kudu membatasi makanan olahan lantaran sering kali tinggi kalori, lemak tidak sehat, dan tambahan gula, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral. Penelitian awal juga menunjukkan bahwa pola makan ibu saat menyusui dapat memengaruhi pola makan bayi di kemudian hari. 

Indian and Asian Herbs and Spices making Cuisine MealFoto: iStock

5. Makanan pedas

Kebanyakan bayi bisa mengatasinya dan makanan pedas lainnya dalam makanan nan Bunda konsumsi. Namun, jika Si Kecil kembung alias kolik dan mengalami diare setiap kali Bunda menaburkan serpihan cabe merah di atas pizza, kurangi panasnya selama beberapa minggu untuk memandang apakah itu membantu.

6. Peppermint, peterseli, dan sage

Beberapa tanaman herbal mungkin memengaruhi jumlah susu nan dihasilkan tubuh. Misalnya, banyak makan peterseli dapat mengurangi laktasi. Dan, terlalu banyak sage dan peppermint dapat mengurangi suplai ASI Bunda. 

7. Susu

Ini memang jarang menjadi masalah pada sebagian besar bayi. Tetapi, ada baiknya beritahu master jika bayi mengalami masalah kulit, kesulitan bernapas setelah menyusui, alias mengalami indikasi lainnya.

8. Telur dan kacang-kacangan

Telur dan kacang-kacangan mungkin bisa menimbulkan alergi pada sebagian bayi. Untuk itu, menghilangkan makanan tertentu termasuk telur dan kacang-kacangan dari pola makan harian dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kondisi kulit eksim pada Si Kecil. 

9. Minuman manis

Menyusui bisa membikin Bunda lebih haus dari biasanya. Jika demikian, minumlah segelas air setiap kali Bunda menyusui. Namun, ada baiknya jangan mengonsumsi minuman bersoda alias minuman buah biasa, nan hanya memberi Bunda kalori tanpa nutrisi.

10. Makanan bergas

Penyebab umum perut kembung pada bayi termasuk dikarenakan kacang-kacangan, brokoli, dan kubis. Meski sebenarnya kembung, bersendawa, dan mengeluarkan gas adalah perihal nan normal ya, Bunda. Namun jika bayi kembung alias kolik, hindari makanan ini selama beberapa minggu untuk memandang apakah makanan tersebut dapat meredakan gejalanya.

11. Cokelat dan kopi

Keduanya merupakan asupan nan mengandung kafein. Sehingga, beralihlah ke asupan lainnya nan non kafein ya, Bunda, seperti dikutip dari laman WebMd.

12. Bawang putih

ASI sebenarnya mencerminkan rasa makanan nan Bunda makan dan banyak bayi nan tidak menyukai rasa bawang putih. Dalam beberapa kasus, perihal ini dapat menyebabkan bayi menolak menyusu. Sehingga, ada baiknya menghindari mengonsumsinya sementara waktu ya, Bun.

13. Seafood

Meskipun ikan tetap merupakan sumber protein nan sangat baik dan mengandung vitamin serta mineral krusial bagi ibu menyusui, Bunda tetap perlu mewaspadai pada jenis seafood tertentu nan bakal dikonsumsi. Karena, dikhawatirkan dapat menimbulkan akibat alergi pada Si Kecil terutama ketika Bunda mengonsumsi seafood secara berlebihan.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda