10 Cara Ampuh Agar Janin Dalam Kandungan Aktif Bergerak

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Merasakan aktivitas janin di dalam kandungan begitu menyenangkan. Gerakan janin ini bakal teratur dirasakan ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Namun, gimana jika janin jarang bergerak? Beberapa langkah dianggap efektif membikin janin di dalam kandungan aktif bergerak.

Dilansir laman Parents, aktivitas janin dapat membantu calon Bunda menjalin ikatan dengan bayinya. Namun, aktivitas ini juga mempunyai kegunaan penting.

“Gerakan janin nan baik membantu kita merasa tenang, sementara penurunan aktivitas janin mungkin memberi kita petunjuk bahwa pertimbangan diperlukan," kata Ashley Parr, DO, OB-GYN MemorialCare Medical Group di Irvine, California. 


Jika Bunda tiba-tiba merasakan janin kurang bergerak, terutama saat memasuki trimester ketiga, krusial untuk memberi tahu dokter. Terkadang penurunan pergerakan janin disebabkan siklus tidur calon bayi, kata Dr. Parr. Namun perihal ini juga bisa menjadi tanda bahaya.

Kenapa janin tidak aktif bergerak seperti biasanya?

Bunda merasa bayi jadi kurang bergerak di dalam kandungan?  Ada beragam kemungkinan bayi jadi kurang bergerak. Kebanyakan tidak perlu Bunda khawatirkan. 

Seperti ketika janin kurang bergerak dan perut terasa kencang. Atau saat janin tidak bergerak tapi tidak pendarahan. Apapun itu kondisinya jika Bunda cemas dengan aktivitas janin nan menurun, segera menghubungi penyedia jasa kesehatan. 

Penurunan pergerakan janin biasanya bukan merupakan tanda bahwa ada sesuatu nan salah, namun terkadang ada situasi nan memerlukan pemantauan alias intervensi oleh dokter.

Cairan ketuban nan sedikit alias berlebih dapat mempengaruhi aktivitas janin di dalam kandungan. Jika cairan ketuban tidak mencukupi, bayi tidak dapat bergerak dengan bebas. Dan terlalu banyak cairan ketuban juga dapat menghalang pergerakannya, sehingga susah untuk dilihat. 

Dalam kebanyakan kasus, kekurangan alias kelebihan cairan ketuban tidak bakal berakibat negatif pada kehamilan, meskipun master mungkin bakal memantau kehamilan dengan lebih cermat.

Penyebab aktivitas janin berkurang pada ibu hamil

Berikut beberapa argumen janin di dalam kandungan bergerak lebih sedikit:

  1. Berhubungan seks. Beberapa bayi menjadi lebih aktif setelah Ayah dan Bunda berasosiasi intim, dan bayi nan lainnya menjadi kurang aktif lantaran aktivitas ritmis seks dan orgasme menidurkan mereka. Kedua respons tersebut sepenuhnya normal selama trimester kedua dan ketiga.
  2. Bunda sangat aktif. Gerakan Bunda mungkin menenangkan bayi untuk tertidur (meskipun juga dapat meningkatkan pergerakan janin).
  3. Bayi sedang tidur. Di dalam rahim, bayi biasanya tidur selama 20-45 menit, beberapa kali sehari. Kebanyakan orang merasakan berkurangnya aktivitas selama periode ini.
  4. Bayi terlalu besar untuk banyak bergerak. Hal ini biasa terjadi ketika tanggal kelahiran semakin dekat dan bayi semakin mendekati berat dan ukuran lahirnya.
  5. Bayi sedang bersiap untuk lahir. Jika kepala bayi turun ke panggul untuk bersiap menghadapi persalinan, dia mungkin kurang aktif.
  6. Bayi terlalu mini untuk merasakan gerakannya secara teratur. Hal ini biasa terjadi pada trimester kedua.
  7. Penyebab berkurangnya pergerakan janin nan paling mengkhawatirkan adalah darurat janin, nan dapat terjadi jika suplai oksigen bayi terganggu, sering kali lantaran masalah pada tali pusat alias plasenta. Kemungkinan diperlukan pemantauan alias persalinan ekstra pada bayi jika dalam keadaan darurat. 

Berapa kali normalnya pergerakan janin dalam kandungan?

Gerakan janin mulai dirasakan pada usia 20 hingga 22 minggu. Namun, Bunda mungkin tidak menyadarinya hingga sekitar satu minggu kemudian. 

Penting untuk diingat bahwa setiap kehamilan dan orang mengandung berbeda-beda. Jadi, jangan cemas jika Bunda belum bisa merasakan bayi bergerak pada pertengahan kehamilan. 

Brian Levine, MD, MS, FACOG, Dokter Kandungan-Ginekologi, mengatakan bahwa aktivitas janin ini bisa menjadi parameter gimana kondisi janin. Jika ini adalah kehamilan pertama Bunda, mungkin baru bakal merasakan aktivitas pada minggu ke 20, sedangkan jika ini kehamilan kedua (atau lebih), Bunda mungkin merasa lebih sigap ialah sejak 16 minggu.

American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan ibu mengandung menghitung berapa lama waktu nan dibutuhkan untuk merasakan 10 aktivitas janin. ACOG juga merekomendasikan agar pengecekan ini dilakukan pada waktu nan sama setiap harinya, ialah setiap kali bayi  paling aktif mulai dari 28 minggu (atau pada 26 minggu jika Bunda mengalami kehamilan berisiko tinggi).

Bunda sebaiknya dalam posisi terbaik ketika menghitung tendangan alias aktivitas janin, ialah duduk dengan kaki di atas alias berebahan di sisi kiri saat melakukan hitungan tendangan.

Cara menghitungnya dengan mengatur waktu dan catat setiap kali Bunda merasakan gerakan. Idealnya, ibu mengandung perlu melacak setidaknya 10 aktivitas dalam dua jam.

Jumlah aktivitas janin setiap harinya condong terus meningkat hingga mencapai usia kehamilan 32 minggu. Setelah itu, janin condong kurang lebih tetap sama, tetapi tidak berkurang.

Untuk mengetahui tanda aktivitas normal janin bergerak 12 jam, Dr Emeil Kame, Dokter Spesialis Kebidanan, Ginekolog dan Ahli Bedah Laparoskopi menjelaskan dengan mengecek 10 aktivitas janin dalam 12 jam, baik itu tendangan, pukulan, guling, alias kepakan kecil. 

Infografis makna tendangan janin di dalam perut BundaMakna tendangan janin di dalam perut Bunda/ Foto: HaiBunda/Annisa Shofia

10 Cara efektif agar janin dalam kandungan aktif bergerak

Saat janin kurang bergerak ada beragam langkah nan dapat Bunda lakukan untuk memancing aktivitas janin seperti mengonsumsi makanan agar janin aktif bergerak. Bahkan ibu mengandung dianjurkan untuk memperbanyak angan agar janin aktif bergerak dan sehat. 

Jika Bunda mengkhawatirkan pergerakan janin, cara-cara di bawah ini dapat Bunda praktikkan agar membikin bayi bergerak.

1. Fokus

Menyesuaikan diri dengan perkembangan janin dan tubuh dapat membantu. “Jika Anda tidak merasakan bayi Anda bergerak alias merasa gerakannya berkurang dari biasanya, perihal pertama nan saya rekomendasikan adalah duduk di tempat nan tenang dan konsentrasi pada aktivitas tersebut,” kata Dr. Parr. 

Saat Bunda berada di tempat nan nyaman, tenang, dan tenteram, tarik napas dalam-dalam dan fokuslah pada bayi.

2. Cobalah minum sesuatu

Dr Parr mengatakan minuman dingin dan manis seperti soda dapat mendorong bayi nan sedang berkembang untuk bergerak. Namun, Bunda nan mengalami glukosuria gestasional tentu diminta untuk membatasi asupan gula. Bunda dapat memilih minuman nan tidak manis, apalagi air dingin pun mempunyai “efek nan sangat cepat”.

3. Makan camilan

Jika meminum sesuatu tidak memberikan hasil nan baik—atau jika Bunda membatasi gula lantaran glukosuria gestasional—makanan ringan dapat membangunkan janin nan sedang tidur.

“Camilan dengan karbohidrat kompleks dan protein seperti kacang-kacangan bisa membantu,” kata Ellen Smead, CNM, perawat-bidan bersertifikat di Pediatrix Medical Group di Atlanta. 

4. Bergeraklah

Bunda bisa mulai bergerak lembut untuk membikin janin bergerak. Bunda bisa bangun dan berjalan-jalan. Gerakan ekstra dapat membantu membangunkan bayi nan sedang tidur dan meningkatkan gerakannya.

5. Ubah posisi

Jika Bunda berbaring, bergulinglah, dan jika Bunda berdiri, duduklah, alias sebaliknya. Mungkin hanya diperlukan perubahan posisi agar bayi Anda bisa menendang lagi.

6. Sentuh perutmu

Penelitian dari Universitas Utah menemukan bahwa bayi dalam kandungan condong merespons ibu nan menggosok alias membelai perutnya. Apabila Bunda mau merasakan aktivitas bayi, jangan takut untuk memberikan sentuhan di perut.

Mainkan permainan mini dengan si mini nan sedang berkembang. “Menyentuh perut Anda dengan lembut juga bisa mendorong gerakan,” kata Smead. “Kadang-kadang, Anda dapat dengan mudah merasakan kaki mendorong keluar, dan menyenggolnya bakal menyebabkan respons refleks.”

7. Memutar musik alias berbicara

Bayi mengembangkan keahlian untuk mendengar bunyi di dalam rahim pada usia kehamilan sekitar 18 minggu dan di luar rahim pada usia kehamilan sekitar 28 minggu. 

Berbicara alias menyanyi dapat membangunkan bayi jika sedang tidur. Hal ini juga dapat memotivasi bayi untuk bergoyang jika sedang santai.

8. Lakukan latihan sedang

Berolahraga selama kehamilan mempunyai banyak faedah nan didukung oleh penelitian, termasuk menghilangkan rasa sakit, manajemen stres, dan meningkatkan kesehatan neonatal. Namun faedah lain berolahraga selama kehamilan adalah merasakan aktivitas bayi. 

Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa debar jantung bayi sedikit meningkat dengan latihan aerobik prenatal, begitu pula gerakannya. Ingin tahu kudu mulai dari mana? 

"Aliran yoga moderat dan postur seperti kucing-sapi membantu bayi bergerak di dalam rahim, saran Rebekah Mustaleski, CPM-TN, perawat ahli bersertifikat dan kepala kompresi di Motif Medical dikutip dari The Bump.

9. Kafein (dalam jumlah sedang)

ACOG merekomendasikan agar ibu mengandung mengonsumsi tidak lebih dari 200 miligram (mg) kafein per hari, namun jika Bunda belum meminum secangkir teh setiap hari, sentakan kafein mungkin mempunyai pengaruh nan sama seperti gula pada tubuh. 

10. Sorotkan senter pada perut

Menyalakan senter dipercaya bisa membikin janin bereaksi di dalam sana. Pada minggu ke-22, biasanya janin sudah bisa memandang terang dan gelap, jadi Bunda bakal bisa merasakan dia bergerak, sebagai reaksi saat memandang cahaya.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber HaiBunda
HaiBunda